Mujahid berkata: “aku mendengar Ibnu Abas berkata: “Kedua: jangan engkau bertengkar dengan orang yang lemah lembut dan orang bodoh. Kerana orang yang lemah lembut itu, akan marah kepada engkau dalam hatinya dan orang yang bodoh akan menyakiti engkau dengan lidahnya.
Ketiga: sebutlah temanmu apabila ia jauh dari engkau, dengan perkataan yang engkau sukai, ia menyebut engkau. Dan ma’afkanlah dia dari apa yang engkau sukai ia mema’afkan engkau.
Keempat: bergaullah dengan teman engkau dengan cara yang engkau sukai ia bergaul dengan engkau.
Kelima: berbuatlah sebagai perbuatan seseorang yang tahu bahwa perbuatan itu dibalas dengan baik dan di seksa dengan dosa”.
Orang bertanya kepada Lukmanul-hakim: “Apakah falsafah hidupmu (hikmahmu)?”. Lukmanul-hakim menjaab: “Aku tidak bertanya tentang sesuatu yang telah memadai bagiku. Dan aku tidak mmberatkan diriku akan sesuatu yang tidak penting bagiku”.
Muriq Al-“Ajli berkata: “Suatu hal, aku sudah mencarinya semenjak duapuluh tahun yang lalu, tetapi aku tidak meperolehnya. Dan aku tidak meninggalkan mencarinya”. Lalu mereka bertanya: “Apakah hal itu?”. Maka Muriq menjawab: “Diam daripada yang tidak penting bagiku”.
Umar r.a. berkata: “Jangan engkau datangi sesuatu yang tidak penting bagi engkau! Asingkanlah diri dari musuh engkau! Awasilah teman engkau dari orang banyak, kecuali orang kerpercayaan! Tidak ada orang yang kepercayaan, selain orang yang takut akan Allah Ta’ala. Jangan engkau temani orang zalim, nanti engkau memperoleh pengetahuan dari kezalimannya! Jangan engkau perlihatkan kepadanya rahsia engkau! Dan bermusyawarahlah tentang urusan engkau dengn mereka yang takut akan Allah Ta’ala.

No comments:
Post a Comment