Ibnu Mas'ud berkata: "Rasulullah s.a.w. bersabda: "Manusia itu tiga macam: yang mendapat pahala, yang selamat dari dosa dan yang binasa. Yang selamat dari dosa, ialah diam. Dan yang binasa, ialah yang masuk dalam perbuatan batil".Dirawikan Ath-Thabrani dan Yu"la dari Abi Sa"id Al-Khudri.
Nabi s.a.w. bersabda: "Sesungguhnya lidah orang mu"min itu dibelakang hatinya. Apabila ia berkehendak mengatakan sesuatu, niscaya difahaminya dengan hatinya. Kemudian, dilakukannya dengan lidahnya. Dan lidah orang munafig itu, dihadapan hatinya. Apabila ia bercita cita akan sesuatu, niscaya dilakuknnya dengan lidahnya dan tidak difahaminya dengan hatinya"
Dirawikan Al-Kharaithi dari Al-Hasan Al-Bashari.
Nabi Isa a.s. bersabda: "Ibadah itu sepuluh bahagian. Sembilan bahagian daripadanya pada diam. Dan sebahagian lagi pada lari dari manusia."
Nabi kita s.a.w. bersabda; "Barangsiapa banyak perkataannya, niscaya banyak terpersoknya. Barangsiapa banyak terperosoknya, niscaya banyak dosanya. Dan barangsiapa banyak dosanya, niscaya niscaya neraka lebih utama baginya."
Dirawikan Abu Na"im dari Ibnu "Umar dengan sanad dla'if.
Dari atsar (ucapan para sahabat), diantaranya, ialah: Abubakar Siddiq r.a. meletakkan batu kecil pada mulutnya, untuk mencegah dirinya dari berkata kata. Ia menunjukkan kepada lidahnya dan berkata: "Inilah yang mendatangkan kepadku hal hal kebinasaan".
Abdullah bin Mas'ud berkata: "Demi Allah, yang tiada disembah, selain DIA. Tiadalah sesuatu yang lebih memerlukan kepada lamanya ditahan, selain lidah".
Ibnu Thaus berkata: "Lidahku itu binatang buas. Jikalau aku lepasakan, niscaya ia makan aku".
Wahab bin Munabbih berkata tentang hikmah keluarga Daud a.s , bahwa menjadi hak kewajipan orang yang berakal, mengetahui keadaan zamannya, menjaga lidahnya dan menghadapi dengan baik persoalannya".
Al-Hasan Al-Baashari berkata: "Tiada memahami agamanya yang tiada menjaga lidahnya".
Al-Auza'i berkata: "Khalifah Umar bin Abdul-aziz r.a. menulis surat kepada kami, yang bunyinya sebagai berikut:-
"Adapun kemudian, sesungguhnya orang yang banyak mengingati mati, niscaya rela dengan mendapat sedikit dari dunia. Dan orang yang menghitung perkataannya dari perbuatannya, niscaya sedikitlah perkatannya, kecuali pada yang diperlukannya".
Setengah mereka berkata: "Diam itu mengumpulkan dua kelebihan bagi seseorang: selamat pada agamanya dan memahami tentang temannya".
Muhammad bin Wasi' berkata kepada Malik bin Dinar: "Hai Abu Yahya! Menjaga lidah itu lebih sukar bagi manusia, daripada menjaga dinar dan dirham (harta)".

No comments:
Post a Comment