Nabi s.a.w. bersabda :
"Barangsiapa suka selamat, maka hendaklah ia membiasakan diam."
Dirawikan Al Baihaqi dari Anas dengan sanad dla'if.
Dari Sa'ad bin Jubair (hadis marfu) yang di teruskan kepada Rasulullah s.a.w. :
Hadis Marfu', yaitu hadis yang sanadnya tidak terang sampai kepada Nabi s.a.w., tetapi di sampaikan juga, sedang di antara perawi yang terang namanya dan Nabi s.a.w., ada perawi perawi yang tidak di ketahui atau di lampaui.
"Bahawa beliau bersabda : Apabila anak Adam (manusia) itu berpagi hari, niscaya semua angguta badannya memperingatkan lidah. Artinya : angguta badan itu berkata : "Takutilah Allah mengenai kami. Kerana jikalau engkau berdiri lurus, niscaya kami pun dapat berdiri lurus. Dan jikalau engkau bengkok (menyeleweng), niscaya kami pun menjadi bengkok."
Dirawikan At Tirmidzi dari Abi Sa'id Al Khudri.
Diriwayatkan bahawa 'Umar bin Al Khattab r.a. melihat Abubakar Ash Shiddiq r.a. menarik lidahnya dengan tangannya. Lalu 'Umar bertanya kepada Abubakar : "Wahai Khlifah Rasulullah! Apakah yang anda perbuat ?"
Abubakar Ash Siddiq r.a. menjawab : " Ini mendatangkan kepadaku jalan yang kebinasaan. Sesungguhnya Rasulullah s.a.w bersabda :
"Tiada suatu pun dari tubuh, yang tiada mengadu kepada Allah tentang lidah diatas ketajamannya."
Dirawikan Ibnu Abid Dun-ya, Abu Yu'la dan lain lain Aslam, bekas budak Umar r.a.
Dari Ibnu Mas'ud diriwayatkan, bahawa ia berada di atas bukit Shafa, membaca talbiah, (membaca: "Labbaika Allaahumma labbaik' pada waktu hajji.) seraya mengatakan: "Hai lidah! Katakanlah yang baik, niscaya engkau beruntung! Diamlah dari yang jahat, niscaya engkau selamat, sebelum engkau menyesal!"
Lalu orang bertanya kepada Ibnu Mas'ud tadi ; "Hai ayah Abdurrahman! Apakah ini engkau katakan sendiri atau engkau dengar dari orang lain?"
Ibnu Mas'ud menjawab : "Tidak! Tetapi aku dengar Rasulullah s.a.w. bersabda : "Bahwa kebanyakan dosa anak Adam itu, pada lidahnya."
Dirawikan Ath Thabrani, Ibnu Abid Dun-ya dan Al Baihaqi dengan sanad yang baik.
Ibnu 'Umar berkata : Rasulullah s,a,aw. bersabda : "Barangsiapa mencegah lidahnya daripada memperkatakan kehormatan orang, niscaya ditutup oleh Allah auratnya (hal hal yang memalukan kalau dikethui orang lain). Barangsiapa menguasai kemarahannya, niscaya ia dipelihara oleh Allah akan azabnya. Dan barangsiapa meminta kelonggaran kepada Allah, niscaya di terima oleh Allah kelonggarannya."
Dirawikan Ibnu Abid Dun-ya dengan sanad baik.
Diriwayatkan, bahawa Ma'az bin Jabal berkata : " Wahai Rasulullah! Berikanlah kepadaku kata kata wasiat!".
Rasulullah s.a.w. menjawab : "Sembahlah (beribadahlah) akan Allah, seakan akan engkau melihatNya! Dan hitunglah dirimu dalam golongan orang yang sudah mati! Jikalau engkau mahu, akan kuberi tahuka kepada mu, sesuatu yang lebih kami miliki dari ini semua". Seraya Nabi s.a.w. menunjukkan dengan tangannya kepada lidahnya".
Dari Shafwan bin Salim, yang mengatakan "Rasulullah s.a.w. bersabda : "Apakah tidak aku khabarkan kepadamu, ibadah yang palng mudah dan paling ringan kepada badan? Yaitu diam dan bagus akhlak".
"Barangsiapa suka selamat, maka hendaklah ia membiasakan diam."
Dirawikan Al Baihaqi dari Anas dengan sanad dla'if.
Dari Sa'ad bin Jubair (hadis marfu) yang di teruskan kepada Rasulullah s.a.w. :
Hadis Marfu', yaitu hadis yang sanadnya tidak terang sampai kepada Nabi s.a.w., tetapi di sampaikan juga, sedang di antara perawi yang terang namanya dan Nabi s.a.w., ada perawi perawi yang tidak di ketahui atau di lampaui.
"Bahawa beliau bersabda : Apabila anak Adam (manusia) itu berpagi hari, niscaya semua angguta badannya memperingatkan lidah. Artinya : angguta badan itu berkata : "Takutilah Allah mengenai kami. Kerana jikalau engkau berdiri lurus, niscaya kami pun dapat berdiri lurus. Dan jikalau engkau bengkok (menyeleweng), niscaya kami pun menjadi bengkok."
Dirawikan At Tirmidzi dari Abi Sa'id Al Khudri.
Diriwayatkan bahawa 'Umar bin Al Khattab r.a. melihat Abubakar Ash Shiddiq r.a. menarik lidahnya dengan tangannya. Lalu 'Umar bertanya kepada Abubakar : "Wahai Khlifah Rasulullah! Apakah yang anda perbuat ?"
Abubakar Ash Siddiq r.a. menjawab : " Ini mendatangkan kepadaku jalan yang kebinasaan. Sesungguhnya Rasulullah s.a.w bersabda :
"Tiada suatu pun dari tubuh, yang tiada mengadu kepada Allah tentang lidah diatas ketajamannya."
Dirawikan Ibnu Abid Dun-ya, Abu Yu'la dan lain lain Aslam, bekas budak Umar r.a.
Dari Ibnu Mas'ud diriwayatkan, bahawa ia berada di atas bukit Shafa, membaca talbiah, (membaca: "Labbaika Allaahumma labbaik' pada waktu hajji.) seraya mengatakan: "Hai lidah! Katakanlah yang baik, niscaya engkau beruntung! Diamlah dari yang jahat, niscaya engkau selamat, sebelum engkau menyesal!"
Lalu orang bertanya kepada Ibnu Mas'ud tadi ; "Hai ayah Abdurrahman! Apakah ini engkau katakan sendiri atau engkau dengar dari orang lain?"
Ibnu Mas'ud menjawab : "Tidak! Tetapi aku dengar Rasulullah s.a.w. bersabda : "Bahwa kebanyakan dosa anak Adam itu, pada lidahnya."
Dirawikan Ath Thabrani, Ibnu Abid Dun-ya dan Al Baihaqi dengan sanad yang baik.
Ibnu 'Umar berkata : Rasulullah s,a,aw. bersabda : "Barangsiapa mencegah lidahnya daripada memperkatakan kehormatan orang, niscaya ditutup oleh Allah auratnya (hal hal yang memalukan kalau dikethui orang lain). Barangsiapa menguasai kemarahannya, niscaya ia dipelihara oleh Allah akan azabnya. Dan barangsiapa meminta kelonggaran kepada Allah, niscaya di terima oleh Allah kelonggarannya."
Dirawikan Ibnu Abid Dun-ya dengan sanad baik.
Diriwayatkan, bahawa Ma'az bin Jabal berkata : " Wahai Rasulullah! Berikanlah kepadaku kata kata wasiat!".
Rasulullah s.a.w. menjawab : "Sembahlah (beribadahlah) akan Allah, seakan akan engkau melihatNya! Dan hitunglah dirimu dalam golongan orang yang sudah mati! Jikalau engkau mahu, akan kuberi tahuka kepada mu, sesuatu yang lebih kami miliki dari ini semua". Seraya Nabi s.a.w. menunjukkan dengan tangannya kepada lidahnya".
Dari Shafwan bin Salim, yang mengatakan "Rasulullah s.a.w. bersabda : "Apakah tidak aku khabarkan kepadamu, ibadah yang palng mudah dan paling ringan kepada badan? Yaitu diam dan bagus akhlak".

No comments:
Post a Comment