Nabi SAW bersabda :
"Berbahagialah orang yang menahan kelebihan dari lidahnya dan mambelanjakan kelebihan dari hartanya".
(Dirawikan Al-Baihaqi dan lain lain).
Maka perhatikanlah, bagaimana manusia memutar balikkan keadaan pada yang demikian. Mereka menahan kelebihan harta dan melepaskan kelebihan
lidah. Dari Matraf bin Abdullah, dari ayahnya, yang mengatakan : "Aku datang pada Rasulullah SAW, yang sedang berada dalam kaum keluarga Bani 'Amir. Lalu mereka itu berkata : "Engkau bapa kami! Engkau penghulu kami!. Engkau mempunyai banyak kelebihan dari kami!. Engkau lebih gagah dari kami! Engkau pelupuk mata yang cemerlang! Engkau.....engkau.....!".
Lalu Rasulullah SAW menjawab : "Katakanlah perkataanmu! Jangan kamu diumbang ambing oleh setan!'
(Dirawikan Ibnu Abid-Dun-ya)
Hadis ini menunjukan, bahwa lidah apabila dilepaskan dengan pujian, mestipun benar, maka ditakuti akan diumbang umbingkan oleh setan, kepada kata kata tambahan yang tidak diperlukan.
Ibnu Mas'ud berkata : "Aku peringatkan kamu akan kelebihan perkataanmu. Mencukupilah perkataan seseorang manusia, yang menyampaikan akan hajat kerperluannya".
Mujahid berkata : "Bahwa perkataan itu untuk ditulis. Sehingga seorang laki laki, untuk mendiamkan anaknya, lalu mengatakan : "Aku akan belikan untukmu itu itu...... maka ia akan dituliskan : pembohong"
Al-Hasan Al-Bashari berkata : "Hai anak Adam! Dibentangkan sebuah lembaran untukmu. Diwakilkan dengan lembaran itu, dua orang malaikat yang mulia, yang akan menuliskan semua amal perbuatanmu. Maka berbuatlah apa yang kamu kehendaki! Engkau perbanyakan atau engkau sedikitkan!".
Diriwayatkan, bahwa Nabi Sulaiman a.s. mengutus sebahagian jin ifritnya. Dan ia mengutus serombongan manusia yang akan melihat apa yang dikatakan oleh jin ifrit itu. Dan mereka akan menerangkannya kepada Nabi Sulaiman a.s. Lalu mereka menerangkan kepada Nabi Sulaiman a.s., bahwa jin ifrit itu melalui sebuah pasar. Lalu ia mengangkat kepalanya kelangit. Kemudian ia melihat kepada manusia banyak dan mengerakkan kepalanya. Maka Sulaiman a.s. bertanya kepada jin ifrit itu tentang yang demikian. Lalu jin itu menjawab : "Aku heran dari hal malaikat diatas kepala manusia. Alangkah cepatnya mereka itu menulis. Dan dari mereka yang berada dibawah manusia, alangkah cepatnya mereka itu me-imla'kan (mendiktekan)".
"Berbahagialah orang yang menahan kelebihan dari lidahnya dan mambelanjakan kelebihan dari hartanya".
(Dirawikan Al-Baihaqi dan lain lain).
Maka perhatikanlah, bagaimana manusia memutar balikkan keadaan pada yang demikian. Mereka menahan kelebihan harta dan melepaskan kelebihan
lidah. Dari Matraf bin Abdullah, dari ayahnya, yang mengatakan : "Aku datang pada Rasulullah SAW, yang sedang berada dalam kaum keluarga Bani 'Amir. Lalu mereka itu berkata : "Engkau bapa kami! Engkau penghulu kami!. Engkau mempunyai banyak kelebihan dari kami!. Engkau lebih gagah dari kami! Engkau pelupuk mata yang cemerlang! Engkau.....engkau.....!".
Lalu Rasulullah SAW menjawab : "Katakanlah perkataanmu! Jangan kamu diumbang ambing oleh setan!'
(Dirawikan Ibnu Abid-Dun-ya)
Hadis ini menunjukan, bahwa lidah apabila dilepaskan dengan pujian, mestipun benar, maka ditakuti akan diumbang umbingkan oleh setan, kepada kata kata tambahan yang tidak diperlukan.
Ibnu Mas'ud berkata : "Aku peringatkan kamu akan kelebihan perkataanmu. Mencukupilah perkataan seseorang manusia, yang menyampaikan akan hajat kerperluannya".
Mujahid berkata : "Bahwa perkataan itu untuk ditulis. Sehingga seorang laki laki, untuk mendiamkan anaknya, lalu mengatakan : "Aku akan belikan untukmu itu itu...... maka ia akan dituliskan : pembohong"
Al-Hasan Al-Bashari berkata : "Hai anak Adam! Dibentangkan sebuah lembaran untukmu. Diwakilkan dengan lembaran itu, dua orang malaikat yang mulia, yang akan menuliskan semua amal perbuatanmu. Maka berbuatlah apa yang kamu kehendaki! Engkau perbanyakan atau engkau sedikitkan!".
Diriwayatkan, bahwa Nabi Sulaiman a.s. mengutus sebahagian jin ifritnya. Dan ia mengutus serombongan manusia yang akan melihat apa yang dikatakan oleh jin ifrit itu. Dan mereka akan menerangkannya kepada Nabi Sulaiman a.s. Lalu mereka menerangkan kepada Nabi Sulaiman a.s., bahwa jin ifrit itu melalui sebuah pasar. Lalu ia mengangkat kepalanya kelangit. Kemudian ia melihat kepada manusia banyak dan mengerakkan kepalanya. Maka Sulaiman a.s. bertanya kepada jin ifrit itu tentang yang demikian. Lalu jin itu menjawab : "Aku heran dari hal malaikat diatas kepala manusia. Alangkah cepatnya mereka itu menulis. Dan dari mereka yang berada dibawah manusia, alangkah cepatnya mereka itu me-imla'kan (mendiktekan)".


No comments:
Post a Comment