Petang tadi sewaktu aku keluar rumah hendak membeli makanan untuk berbuka, aku terlihat seekor kucing hitam, menghendap hendap dipekerangan rumah ku. Waktu itu aku berada didalam kereta. Aku cuma melihat lagak silincah itu.
Didalam hatiku berkata, "Cantik sungguh kucing itu." Ianya jenis kucing persian, sesiapa yang memandangnya pasti ingin memilikinya. Entah kenapa dengan tiba tiba ia meluru dijalan raya. Peristiwa itu seolah olah telah dirancang, sebuah kereta terus melangarnya. Kucing itu megelepor berberapa ketika, dan menghembus nafasnya yang terakhir dijalanraya.
Aku cuma dapat memerhati dikejauhan, dan ketika itu juga berberapa orang budak yang kebetulan lalu disitu terus mengambil bangkai kucing itu dan diletak ditepi jalan. Dari peristiwa itu aku teringat firman Allah yang bermaksud :
"Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui dibumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal."
(Luqman : 34)
Kematian adalah pasti, cuma kita sebagai makhluk ciptaanNya tidak mengetahui bila dan dimana pengakhir hidup kita. Begitu juga dengan kucing itu. Allah memberi tahu kita didalam firmannya :
"Tiap tiap yang berjiwa akan merasakan mati (Dza'iqatul maut). Dan sesungguhnya pada hari kiamat disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam syurga maka sungguhnya ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan."
(Ali Imran : 185)
Kematian adalah kenyataan, kerana kehidupan dibumi ini hanyalah sementara, namun kita harus ingat hidup ini tidak fana, kematian cuma jalan untuk kita menuju alam akhirat, dimana kita akan dihisab.
Cuba kita renungkan bait syair Umayyah bin Abi ash-Solat ini :
Siapa yang tak mati dimasa muda
ia pasti mati dimasa tua.
Kematian itu memiliki cawan
dan setiap orang merasakannya.
Teman teman, aku sengaja mencoret kisah ini semata mata untuk mengingati diri ku dan keluarga ku, semuga ianya bermanfaat untuk kita semua. Wallahualam.

No comments:
Post a Comment