Segala pujian bagi Allah yang menjadikan manusia dengan sebaik baiknya dan sepadan padannya. DilhamNya cahaya iman, lalu dihiasiNya dan diperelokkanNya. DiajariNya keterangan, lalu di dahuluiNya dan di utamakanNya dari makhluk lain. Di limpahkanNya kedalam hati manusia itu gudang ilmu pengetahuan, lalu di sempurnakanNya. Kemudian, diutusNya kepada manusia itu tabir rahmatNya dan di turunkanNya. Kemudian, dan diperbantukanNya manusia itu dengan lidah yang akan menterjemahkan, apa yang terkandung oleh hati dan akalnya. Dan di singkapkanNya dari hati manusia itu, tiraiNya dan di lepaskanNya. Lalu manusia itu melepaskan lidah dengan kebenaran dan menegaskan dengan kesyukuran, dari apa yang di utamakan dan dianugrahkan olehNya, dari ilmu pengetahuan yang di perolehnya dan tutur kata yang memudahkannya.Besarnya bahaya lidah dan keutamaan diam.
Ketahuilah bahawa bahaya lidah itu besar. Tiada terlepas daripada bahayanya, selain dengan diam. Maka karena itulah, Agama memuji diam dan mengajak kepada diam. Nabi s.a.w. bersabda :
"Barang siapa diam, niscaya ia terlepas (dari bahaya)." [Dirawikan At Tirmidzi dari Abdullah bin Umar, dengan sanad dlai'f.]
"Diam itu suatu hukum dan sedikitlah yang melaksanakannya." [Dirawikan Abu Manshur Ad Dailami dari Ibnu Umar, dengan sanad dlai'f]
Hukum pada hadis ini, artinya : hikmah dan memikirkan akibat.
Insyaa Allah akan di sambung di post yang mendatang, Selamat berpuasa, semuga bermanfaat. Assalamualaikum.

No comments:
Post a Comment